Sawahlunto Dilanda Badai Belasan Rumah dan Toko Rusak

Senin, 22 September 2008
Sample ImageSawahlunto, Padek– Badai disertai hujan deras sekitar pukul 15.30 WIB kemarin melanda Kota Sawahlunto. Akibatnya, belasan atap rumah dan toko di Pasar Remaja Kota Sawahlunto berantakan. Satu unit mobil travel ikut rusak, puluhan pohon bertumbangan, dan lima antena parabola milik warga ikut roboh. Tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Pantauan Padang Ekspres di Pasar Remaja Sawahlunto kemarin, tanda-tanda badai besar mulai terlihat sesaat setelah lampu mati sebanyak tiga kali. Dari arah Solok awan tebal tampak menyelimuti.Masyarakat yang sedang sibuk dengan aktivitas tiba-tiba dikejutkan datangnya badai besar tersebut. Akibat angin ribut yang disertai hujan deras tersebut membuat warga lari dan bersembunyi ke dalam rumah dan toko masing-masing. Namun kekhawatiran warga tak berhenti sampai di situ, karena tak lama setelah itu warga kembali dikejutkan dengan mulai berterbangannya atap rumah akibat disapu badai.

Yang paling parah terlihat pada Toko Setia Bangunan, kantor DPD Partai Golkar Kota Sawahlunto, rumah Malin dan bekas kantor DPC PDIP Kota Sawahlunto. Pada deretan ini, ke empat atap bangunan tersebut hampir copot seluruhnya karena diterjang badai yang berlangsung sekitar setengah jam. Di seberang jalan bangunan tersebut, atap rumah dan toko warga juga banyak berterbangan, namun tidak begitu parah. Dan konopi Toko Buku Erni pun, dibuat putus oleh badai yang datang secara tiba-tiba itu.

Badai tersebut juga mengakibatkan rusaknya satu unit mobil travel BW dengan nomor polisi BA 2535 TO yang sedang parkir di loket travel jurusan Kota Padang. Kaca spion dan dinding pintu sebelah kirinya rusak karena tertimpa seng atap yang berterbangan. Kerugian mobil ini ditaksir mencapai Rp3 juta. ”Untung ada asuransi, kalau tidak entah bagaimana saya harus mempertanggungjawabkannya sama bos,” jelas Mulyadi, 37, sopir mobil travel BW jenis Avanza warna hitam tersebut dengan wajah sedikit pucat. Mulyadi parkir di loket travel BW pasar Remaja Kota Sawahlunto untuk menunggu giliran berangkat membawa penumpang selepas buka puasa.

Usai badai besar ini mereda, warga yang semula sembunyi dalam rumah dan toko mulai berhamburan ke luar untuk melihat kondisi yang terjadi. Pasar Remaja yang semulanya bersih, tampak dihiasi sampah yang beterbangan diterjang badai. Selain itu, ada juga warga yang langsung memanjat loteng untuk memperbaiki atap rumahnya yang rusak karena paku atap mulai copot. Hingga, mereka mengkhawatirkan air hujan yang begitu deras masuk ke dalam rumah dan toko. Seperti yang dilakuan Rian alias Kop, 29, anak pemilik Toko Eli. Bapak dua orang putra ini langsung dan Boroi, 29, anak Ni Des Salon.Sample Image

 

”Ini betul-betul luar biasa, jarang terjadi. Namun apa mau dikata, kalau Tuhan sudah berkehendak. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Mungkin ada yang asalah selama ini, sehingga bencana melanda kota ini,” uja Aris alias Kalek, 26, penjaga warnet di Pasar Remaja.

Aktivitas warga di Pasar Remaja Sawahlunto usai dilanda badai, kemarin. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Wali Kota Sawahlunto Amran Nur terlihat langsung meninjau lokasi pasar yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah dinasnya, Kubang Sirakuak Selatan terlihat terenyuh melihat musibah yang menimpa warganya.

Akibat Awan Comulonimbus

Pada kesempatan terpisah, Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Tabing Padang Amarizal mengatakan, badai tersebut terjadi karena angin dibawa awan comulonimbus. Angin tersebut terkumpul bersamaan dengan pertumbuhan awan hujan.

Ketika hujan turun dengan lebat, awan hitam tersebut akan membawa angin bertekanan rendah. Ketika hujan turun, angin akan menjurus ke darat atau downdraught. ”Terlebih di daerah perbukitan seperti di Sawahlunto, pembentukannya akan lebih cepat. Tapi serangannya tidak akan menjangkau daerah dalam radius yang luas,” jelasnya. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk waspada jika terlihat awan hitam pekat dan bergulung di langit. Apalagi di daerah perbukitan. Sebab, potensi badai atau angin kencangnya lebih tinggi karena angin yang dibawa awan tersebut. ”Setelah turun hujan lebat, cuaca akan kembali normal,” tambahnya.

Longsor Timbun Jalan

Sementara itu, sejumlah titik ruas jalan di Kota Sawahlunto juga mengalami longsor akibat rapuhnya tebing-tebing di daerah bekas tambang batu bara tersebut. Paling mencolok tampak di Puncak Sigai. Selain berada di pinggir jalan lintas Sumatera, Muarokalaban, reruntuhan batu yang belum dibersihkan juga membuat sempit ruas jalan. Belum terlihat alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum setempat yang membersihkan ruas jalan yang ditimbun longsor. ”Longsor ini terjadi dari hari Minggu (21/9), sekitar pukul 13.00 WIB,” ungkap Ana, 42, seorang ibu rumahtangga yang tinggal di seberang jalan lokasi terjadinya longsor.

Kondisi ini, juga bakal mengganggu arus mudik dan balik lebaran. Selain longsor, kondisi ruas jalan di kawasan ini juga banyak berlobang yang rawan kecelakaan. Apalagi, bagi para pemudik yang hanya sekali-kali melewati jalur ini.
Dari pantauan Padang Ekspres, kejadian serupa juga pernah terjadi pada Senin pagi (11/6) tahun lalu. Puncak Sigai yang berada tidak jauh dari tempat pemandian (water boom, red) Muarokalan juga pernah mengalami longsor yang ditandai dengan tumbangnya pohon dari atas puncak bukit yang diakibatkan oleh hujan deras disertai angin kencang. (nop/dy)